Kesibukan sekolah menghambatku untuk menulis disini. Tak mengapa, yang penting aku kembali untuk kalian. Kali ini aku ingin menuliskan opiniku mengenai "Membaca Novel" dan hubungannya dengan kehidupan sosial kita. Sesuai judul, aku akan menjelaskan bagaimana analisa dan penjelasan mengenai opiniku ini.
Okey! Goes to the point. Pada dasarnya, orang memiliki pandangan bahwa identiknya, para penikmat setia buku adalah kutu buku yang selalu terlihat berkacamata, bertampang serius, teoritis, kurang friendly, garing dan tidak menyenangkan mengobrol bersama mereka.Kenyatannya tidak demikian. Mereka adalah orang dengan segudang kemampuan yang layak menjadi teman dekat. Mereka juga senang bergaya dan tampil trendy, tanpa harus terlihat identik dengan Bookaholic. Justru membawa satu dua buku membuat mereka terlihat keren. Seperti aku yang sangat eksis dan sering tampil sebagai selebriti utama di kampung halaman, sekolah maupun di media sosial (Ingat! Percaya Diri itu wajib, lho!).
Disamping hal-hal tersebut, ada satu keuntungan bagi para pembaca novel yang bisa mendukung kehidupan sosialnya. Seringkah kalian membaca novel? Jika kalian sering-sering membaca novel, secara sadar ataupun tidak kita telah belajar menelusuri alur dari rentetan peristiwa dan bagaimana setiap tokoh bertindak. Setidaknya, kita pasti mengetahui bagaimana kepribadian tokoh tersebut secara umum dan menebak apa yang akan dilakukan si A jika begini dan begitu. Begitupun dalam kehidupan bersosial, mereka yang terbiasa membaca novel dan menebak-nebak bagaimana seorang karakter bertindak akan lebih mudah mengetahui sikap dan sifat orang-orang disekitarnya.
Novel adalah rangkaian yang terdiri dari jutaan kata. Tak aneh bila para pembaca novel akan memiliki kosakata yang begitu kaya. Sehingga saat membaca karakter seseorang, mereka juga akan mudah mengungkapkan kembali analisisnya. Selain itu, kaya akan kosakata membuat kemampuan berkomunikasinya menjadi lebih baik.
Tidak setiap penikmat setia buku memiliki semua hal tersebut. Tapi mereka semua memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi dasar seorang penikmat novel itu. Jadi, jika kamu seorang penikmat novel sepertiku, pastikan kamu juga pandai memanfaatkan kemampuanmu untuk hidup bersosial. Dan untuk kamu yang tak suka membaca, cobalah mulai membaca. Dimulai dari komik, lalu kumcer, novel dan berlanjut membaca buku-buku lainnya. Latihlah kemampuan kamu menilai orang lain dengan kegiatan seru membaca novel.
Ok, Guys! Sampai disitulah isi dari tulisanku ini. Kekurangan bukan hal asing bagi semua orang. Hanya Rabb-kita yang bisa menulis sedemikian sempurna dan tak terbantahkan. Kritik dan saran sangat diharapkan. Terimakasih banyak atas kunjungannya. Dan sampai jumpa di entri berikutnya.
Okey! Goes to the point. Pada dasarnya, orang memiliki pandangan bahwa identiknya, para penikmat setia buku adalah kutu buku yang selalu terlihat berkacamata, bertampang serius, teoritis, kurang friendly, garing dan tidak menyenangkan mengobrol bersama mereka.Kenyatannya tidak demikian. Mereka adalah orang dengan segudang kemampuan yang layak menjadi teman dekat. Mereka juga senang bergaya dan tampil trendy, tanpa harus terlihat identik dengan Bookaholic. Justru membawa satu dua buku membuat mereka terlihat keren. Seperti aku yang sangat eksis dan sering tampil sebagai selebriti utama di kampung halaman, sekolah maupun di media sosial (Ingat! Percaya Diri itu wajib, lho!).
Disamping hal-hal tersebut, ada satu keuntungan bagi para pembaca novel yang bisa mendukung kehidupan sosialnya. Seringkah kalian membaca novel? Jika kalian sering-sering membaca novel, secara sadar ataupun tidak kita telah belajar menelusuri alur dari rentetan peristiwa dan bagaimana setiap tokoh bertindak. Setidaknya, kita pasti mengetahui bagaimana kepribadian tokoh tersebut secara umum dan menebak apa yang akan dilakukan si A jika begini dan begitu. Begitupun dalam kehidupan bersosial, mereka yang terbiasa membaca novel dan menebak-nebak bagaimana seorang karakter bertindak akan lebih mudah mengetahui sikap dan sifat orang-orang disekitarnya.
Novel adalah rangkaian yang terdiri dari jutaan kata. Tak aneh bila para pembaca novel akan memiliki kosakata yang begitu kaya. Sehingga saat membaca karakter seseorang, mereka juga akan mudah mengungkapkan kembali analisisnya. Selain itu, kaya akan kosakata membuat kemampuan berkomunikasinya menjadi lebih baik.
Tidak setiap penikmat setia buku memiliki semua hal tersebut. Tapi mereka semua memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi dasar seorang penikmat novel itu. Jadi, jika kamu seorang penikmat novel sepertiku, pastikan kamu juga pandai memanfaatkan kemampuanmu untuk hidup bersosial. Dan untuk kamu yang tak suka membaca, cobalah mulai membaca. Dimulai dari komik, lalu kumcer, novel dan berlanjut membaca buku-buku lainnya. Latihlah kemampuan kamu menilai orang lain dengan kegiatan seru membaca novel.
Ok, Guys! Sampai disitulah isi dari tulisanku ini. Kekurangan bukan hal asing bagi semua orang. Hanya Rabb-kita yang bisa menulis sedemikian sempurna dan tak terbantahkan. Kritik dan saran sangat diharapkan. Terimakasih banyak atas kunjungannya. Dan sampai jumpa di entri berikutnya.
Salam Hangat
RJ Marjan
0 komentar:
Posting Komentar